Membaca Visi Developer dari Cara Mereka Membangun: Pelajaran dari Ecotown at Sawangan
Membaca Visi Developer dari Cara Mereka Membangun: Pelajaran dari Ecotown at Sawangan
Sebelum membeli properti dari developer manapun, ada satu
pertanyaan yang lebih penting dari semua pertanyaan lainnya: apakah developer
ini membangun untuk menjual, atau membangun untuk ditinggali? Jawabannya hampir
selalu terlihat bukan dari apa yang mereka katakan, tapi dari
keputusan-keputusan kecil yang mereka buat dalam proses pembangunan.
Ecotown at Sawangan adalah studi kasus yang menarik untuk
pertanyaan ini.
Keputusan yang Tidak Terlihat di Brosur
Developer yang membangun untuk menjual cepat membuat
keputusan yang mengoptimalkan daya tarik jangka pendek: showunit yang mewah,
render yang memukau, dan janji fasilitas yang sering tidak terwujud sepenuhnya
setelah semua unit terjual. Developer yang membangun untuk ditinggali membuat
keputusan yang berbeda.
Salah satu keputusan paling revelatif adalah bagaimana
fasilitas kawasan diperlakukan dalam masterplan. Di banyak proyek, fasilitas
seperti taman, kolam renang, dan clubhouse dialokasikan di lahan sisa setelah
kebutuhan unit terpenuhi. Di Ecotown, fasilitas kawasan seperti Central Park,
Water Feature, Terrace Seating, Sanke BBQ Pavilion, Outdoor Gym, Children
Playground, dan Jogging Path sudah masuk dalam masterplan sejak tahap
perencanaan. Ini bukan keputusan yang mengoptimalkan jumlah unit yang bisa dijual.
Ini keputusan yang mengoptimalkan kualitas kawasan yang akan dihuni.
Filosofi Liveable City sebagai Komitmen, Bukan Tagline
Konsep liveable city yang diusung Ecotown bukan sesuatu yang
bisa diklaim setengah-setengah. Untuk bisa disebut demikian dengan jujur,
seluruh pendekatan perencanaan kawasan harus bergeser dari orientasi penjualan
ke orientasi kehidupan penghuni. Ini berarti ada ruang yang dialokasikan untuk
fungsi-fungsi yang tidak langsung menghasilkan pendapatan: ruang terbuka,
elemen alam, infrastruktur komunal.
Ketika developer bersedia membuat trade-off itu, itu adalah
sinyal kuat tentang orientasi jangka panjang mereka terhadap kawasan yang
mereka bangun.
Hannam sebagai Ekspresi Komitmen Desain
Cluster Hannam dengan pendekatan Modern Architectural
Elegance adalah ekspresi lain dari visi yang sama. Desain yang tidak mengejar
tren tertentu adalah keputusan yang berani secara komersial, karena tampilan
yang "berbeda dari yang lain" lebih sulit dijual di tahap awal
dibanding desain yang mengikuti apa yang sedang populer. Tapi desain yang
timeless adalah yang paling menguntungkan penghuni dalam jangka panjang.
Tiga tipe unit yang tersedia, Luxe Maison (8x16
m), Luxe Enclave (9x16
m), dan Luxe Manor (10x16
m), semuanya menerapkan prinsip yang sama: kualitas yang bisa dirasakan dalam
jangka panjang, bukan hanya saat pertama kali dilihat. Detail di halaman rumah di daerah Sawangan.
Sinsa sebagai Bukti Keyakinan terhadap Kawasan
Developer yang tidak yakin dengan pertumbuhan kawasannya
tidak akan membangun komponen komersial di dalamnya. Sinsa sebagai properti komersial
berformat ruko dalam satu ekosistem dengan Hannam adalah pernyataan implisit
tentang keyakinan Ecotown terhadap pertumbuhan kawasan Sawangan. Bagi calon
pembeli, ini adalah satu lagi indikator tentang orientasi jangka panjang
developer di balik proyek ini. Eksplorasi lebih lanjut bisa dimulai dari
halaman cluster terbaik di daerah Depok.
Cara Memverifikasi Klaim Ini Sendiri
Semua yang ditulis di atas bisa dan harus diverifikasi
secara langsung sebelum keputusan apapun diambil. Kunjungi site di hari biasa.
Perhatikan kondisi fasilitas yang sudah ada. Amati kualitas pengerjaan unit
yang sudah jadi. Bicara dengan penghuni yang sudah tinggal di sana. Developer
yang visinya serius tidak akan keberatan dengan kunjungan yang teliti dan
pertanyaan yang mendalam. Sebaliknya, developer yang tidak nyaman dengan
verifikasi biasanya punya alasan untuk tidak nyaman.