Panel ATS AMF dan Genset: Cara Kerja serta Pemilihannya
Panel ATS AMF dan Genset: Cara Kerja serta Pemilihannya
Panel ATS-AMF menjaga beban penting tetap mendapat pasokan
ketika sumber utama mengalami kegagalan.
Perbedaan ATS dan AMF
ATS mengatur perpindahan beban antara sumber utama dan
genset. AMF memantau kegagalan sumber utama lalu mengirim perintah start ke
genset. Dalam praktiknya, kedua fungsi ini sering berada dalam satu panel
kontrol.
Urutan kerja umum
- Panel
mendeteksi tegangan sumber utama hilang atau berada di luar batas.
- AMF
memberi jeda dan mengirim perintah start ke genset.
- Setelah
tegangan dan frekuensi genset stabil, ATS memindahkan beban.
- Saat
sumber utama normal, ATS mengembalikan beban setelah jeda pendinginan.
- Genset
berhenti sesuai pengaturan kontrol.
Komponen penting
Panel dapat terdiri dari controller AMF, motorized
changeover atau kontaktor, MCB/MCCB, relay pemantau fase, timer, terminal
kontrol, baterai charger, serta indikator status. Interlock mekanis dan
elektrik wajib mencegah dua sumber terhubung bersamaan.
Tips memilih kapasitas
Gunakan daftar beban prioritas, arus start motor, daya semu,
dan durasi operasi sebagai dasar. Contoh Panel ATS AMF 100 kVA dapat
menjadi acuan awal, tetapi kapasitas akhir harus mengikuti hasil perhitungan.
Perawatan dan pengujian
Lakukan simulasi kegagalan sumber secara berkala, cek
baterai genset, uji interlock, periksa terminal, dan dokumentasikan waktu
transfer. Pengujian harus direncanakan agar tidak mengganggu layanan penting.
Untuk melihat pilihan kapasitas, kunjungi daftar Panel ATS AMF.
Rancangan ATS-AMF harus memisahkan beban penting dan beban
yang boleh tetap mati ketika genset menyala. Beban motor besar mungkin
membutuhkan urutan penyalaan bertahap agar genset tidak mengalami penurunan
tegangan. Data daya semu, arus start, dan karakter beban perlu diberikan kepada
perancang sebelum kapasitas ditentukan.
Interlock adalah bagian penting dari sistem ini. Sumber
utama dan genset tidak boleh terhubung bersamaan kecuali sistem memang
dirancang untuk sinkronisasi. Selain interlock mekanis dan elektrik, controller
perlu memiliki pengaturan undervoltage, overvoltage, underfrequency, serta
waktu tunda yang sesuai. Pengaturan yang terlalu cepat dapat menyebabkan
perpindahan palsu saat terjadi kedip tegangan.
Pengujian berkala sebaiknya meniru kondisi nyata tanpa
membahayakan layanan. Periksa kemampuan genset melakukan start, kestabilan
tegangan, waktu transfer, pengembalian ke sumber utama, dan fungsi alarm. Catat
kegagalan start, tegangan baterai, serta hasil simulasi. Perawatan panel harus
dikoordinasikan dengan perawatan mesin genset karena keduanya bekerja sebagai
satu sistem.