Ketika Peternak Membutuhkan Pasar, Bukan Sekadar Bantuan

Rumahsentra.com -

Ketika Peternak Membutuhkan Pasar, Bukan Sekadar Bantuan

Drh Ajat Sudarjat HPDKI 1

Rekam Jejak Drh. Ajat Sudarjat: Dari Mendampingi Peternak hingga Membawa Suara Peternak ke Tingkat Nasional

Ada pemimpin yang dikenal karena jabatannya. Ada pula pemimpin yang dikenal karena pekerjaan dan pengabdiannya. Bagi sebagian peternak, nama Drh. Ajat Sudarjat lebih dekat dengan kategori kedua.

Perjalanan Ajat di dunia peternakan tidak dibangun dalam waktu singkat. Kiprahnya tidak baru dimulai ketika dirinya mencalonkan diri sebagai Ketua Umum DPP HPDKI periode 2026–2030. Rekam jejak tersebut tumbuh dari berbagai perjumpaan dengan peternak, program pemberdayaan, penguatan kelembagaan, dunia usaha, hingga ruang advokasi kebijakan.

Karena itu, ketika berbicara mengenai kepemimpinan HPDKI untuk periode 2026–2030, yang dibawa Ajat bukan sekadar gagasan tentang organisasi. Ia membawa pengalaman mengenai bagaimana peternak dapat tumbuh, bagaimana usaha peternakan dibangun, serta bagaimana akses pasar menjadi bagian penting dari masa depan peternak.

Bagi peternak, memiliki ternak saja belum cukup. Mereka membutuhkan pengetahuan, kelembagaan yang kuat, kemitraan, akses pasar, serta ruang untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi kepada para pengambil kebijakan.

Kiprah di HPDKI, Membawa Suara Peternak ke Ruang Kebijakan

Dalam kepengurusan HPDKI periode 2021–2026, Drh. Ajat Sudarjat dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal DPP HPDKI. Posisi tersebut menempatkannya dalam ruang organisasi sekaligus membuatnya berhadapan dengan berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan peternakan domba dan kambing di tingkat nasional.

Pada 2026, HPDKI bersama Kementerian Pertanian membahas sejumlah persoalan penting. Beberapa di antaranya adalah perlindungan peternak dalam negeri, pengawasan ternak ilegal, stabilitas harga, serta perluasan akses pasar.

Dalam pembahasan tersebut, Ajat menyampaikan pandangan bahwa peternak dalam negeri mempunyai kapasitas untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Karena itu, iklim usaha yang sehat menjadi penting agar harga yang diterima peternak tetap terjaga.

Di sinilah organisasi peternak memiliki peran strategis.

Ketika peternak di kandang menghadapi persoalan harga, distribusi, perdagangan, atau kebijakan, persoalan tersebut tidak seharusnya berhenti sebagai keluhan individu. Ada kebutuhan untuk membawa suara dari lapangan ke forum yang lebih luas.

Dari kandang ke forum.

Dari desa ke pemerintah.

Dari persoalan menjadi agenda.

Kemudian dari agenda menjadi kebijakan.

Peran tersebut menjadi salah satu fungsi penting HPDKI yang perlu terus diperkuat. Organisasi bukan hanya tempat berhimpun, tetapi juga dapat menjadi jembatan antara kebutuhan peternak dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak yang mempunyai kepentingan terhadap perkembangan sektor domba dan kambing.

JULEHA Bekasi Raya dan Pentingnya Amanah

Kiprah Ajat juga bersinggungan dengan aspek yang lebih luas dari sekadar produksi dan perdagangan ternak. Ia dipercaya sebagai Dewan Pengawas JULEHA Bekasi Raya.

Pengalaman tersebut memberikan warna tersendiri dalam perjalanan pengabdiannya. Dunia Domba Kambing memiliki hubungan erat dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam konteks ibadah dan kebutuhan halal.

Karena itu, aspek kesehatan hewan, kesejahteraan, proses penyembelihan sesuai ketentuan, serta jaminan kehalalan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari ekosistem peternakan.

Ada nilai yang sangat penting dalam konteks tersebut, yaitu amanah.

Ketika seekor kambing atau domba disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan ibadah, prosesnya tidak hanya berbicara mengenai nilai ekonomi. Ada kepercayaan yang harus dijaga dari hulu hingga hilir.

Peternakan yang berkembang membutuhkan sistem yang membuat masyarakat merasa aman dan percaya. Dengan demikian, pembangunan industri domba dan kambing tidak berhenti pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga memperhatikan kualitas proses, tata kelola, serta kebutuhan masyarakat.

LUKADO ISMI, Menghubungkan Peternak dengan Kekuatan Saudagar

Dalam rekam jejaknya, Ajat juga tercatat dalam pengembangan LUKADO atau Lumbung Kambing Domba yang dikaitkan dengan ekosistem Ikatan Saudagar Muslim Indonesia atau ISMI.

Konsep semacam ini menjadi penting karena peternakan rakyat sering menghadapi persoalan yang sama. Produksi ada, tetapi skala usaha dan akses pasar belum selalu kuat.

Peternak dapat bekerja keras setiap hari di kandang. Mereka dapat merawat ternak, melakukan pembibitan, maupun penggemukan. Namun, apabila tidak didukung jaringan pasar dan kemitraan yang sehat, nilai ekonomi yang diperoleh peternak belum tentu optimal.

Karena itu, mempertemukan peternak dengan saudagar, dunia usaha, lembaga, dan konsumen merupakan bagian dari upaya membangun rantai nilai.

Peternak menyediakan ternak.

Dunia usaha membuka peluang pasar.

Lembaga membantu membangun ekosistem.

Sementara masyarakat mendapatkan akses terhadap produk yang dibutuhkan.

Model seperti ini membuat pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Orientasinya bergeser menjadi kemitraan yang memungkinkan peternak memiliki posisi lebih kuat dalam menjalankan usaha.

PRODOMBAS MUI dan Ekosistem Halal

Keterlibatan Ajat sebagai Tim Ahli PRODOMBAS MUI juga memperlihatkan perhatian terhadap pengembangan industri domba dan kambing dalam perspektif yang lebih luas.

Domba dan kambing bukan hanya komoditas ekonomi. Komoditas tersebut juga memiliki hubungan dengan kebutuhan pangan, aqiqah, kurban, kebutuhan halal, perdagangan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam konteks kebutuhan aqiqah, hubungan antara peternak sebagai produsen dengan masyarakat sebagai konsumen menjadi salah satu contoh penting bagaimana rantai nilai dapat dibangun. Pengalaman pengembangan usaha melalui Layanan Paket Aqiqah yang pernah dikawal dalam program Balai Ternak BAZNAS menunjukkan bagaimana kebutuhan masyarakat di sektor hilir dapat disambungkan dengan produksi peternak di sektor hulu.

Model tersebut membuka perspektif bahwa peternakan dapat berkembang ketika produksi tidak berjalan sendiri. Ada kebutuhan masyarakat yang dapat menjadi peluang pasar bagi peternak.

Jika hubungan tersebut dibangun secara baik, manfaat ekonomi dapat bergerak dari konsumen kepada pelaku usaha dan akhirnya kembali memperkuat peternak.

Mendampingi Ribuan Peternak, Membangun Manusia Bukan Sekadar Populasi Ternak

Salah satu bagian penting dari perjalanan Ajat adalah pengalaman mendampingi dan mencetak peternak domba-kambing di berbagai daerah.

Dalam bahan rekam jejak pencalonannya, perjalanan tersebut disebut telah menjangkau sekitar 6.000 peternak domba-kambing di seluruh Indonesia.

Angka tersebut bukan sekadar angka statistik.

Di balik seorang peternak terdapat keluarga. Ada kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan anak, kandang yang harus dipelihara, ternak yang harus dijaga, serta harapan agar usaha peternakan dapat terus berjalan.

Karena itu, pemberdayaan peternak pada dasarnya bukan hanya meningkatkan populasi ternak.

Yang harus dibangun adalah manusianya.

Peternak perlu memiliki kepercayaan diri untuk menjalankan usaha. Mereka perlu memahami bagaimana mengelola peternakan, membangun kelompok, membaca peluang pasar, serta mengambil keputusan yang berkaitan dengan perkembangan usaha.

Pengalaman Ajat di BAZNAS turut memperkuat pendekatan tersebut. Program Balai Ternak yang pernah dikawalnya mencakup pembibitan, penggemukan, pendampingan, penguatan kelembagaan, hingga pemasaran. Bahkan pengembangan usaha Layanan Paket Aqiqah menjadi contoh bagaimana kebutuhan masyarakat di hilir dapat dihubungkan dengan produksi peternak di hulu.

Pesannya sederhana: jangan hanya mencetak peternak yang mampu memelihara ternak. Cetak peternak yang mampu membangun usaha.

Pengalaman Lapangan Dibawa ke Ranah Akademik

Pengalaman di lapangan juga menjadi bagian dari perjalanan akademik Ajat. Repository UIN Sunan Kalijaga mencatat karya Ajat Sudarjat mengenai keterlibatan masyarakat dan modal sosial dalam kemitraan usaha ayam ras pedaging di Balai Ternak BAZNAS Purworejo sebagai tesis magister tahun 2025.

Tema tersebut memiliki keterkaitan dengan persoalan yang sering dihadapi peternakan rakyat, yaitu bagaimana masyarakat dapat terlibat, bagaimana kemitraan dibangun, serta bagaimana modal sosial dapat menjadi kekuatan ekonomi.

Pengalaman lapangan dan kajian akademik dapat menjadi kombinasi yang penting dalam menjalankan organisasi.

Kebijakan tidak cukup hanya lahir dari ruang rapat. Kebijakan perlu memahami kondisi nyata yang terjadi di lapangan. Pada saat yang sama, pengalaman lapangan juga perlu didukung oleh data, pembelajaran, serta pemikiran yang terstruktur.

Dalam konteks pencalonan Ketua Umum DPP HPDKI periode 2026–2030, pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu fondasi dalam merumuskan arah organisasi. Bukan hanya berbicara tentang apa yang ingin dilakukan, tetapi juga mengapa program tersebut diperlukan, bagaimana pelaksanaannya, dan apa dampaknya bagi peternak.

Enam Jejak dengan Satu Benang Merah

Jika berbagai perjalanan tersebut dilihat secara utuh, terdapat satu benang merah yang kuat.

HPDKI, JULEHA, LUKADO, ISMI, PRODOMBAS, pengalaman pemberdayaan ribuan peternak, serta karya ilmiah memiliki titik temu pada satu persoalan: bagaimana membangun peternak yang kuat dan mandiri.

Kemandirian tersebut bukan berarti peternak harus berjalan sendiri.

Justru sebaliknya, peternak membutuhkan akses terhadap berbagai sumber daya.

Akses ilmu.

Akses pasar.

Akses kemitraan.

Akses kebijakan.

Akses teknologi.

Dan akses terhadap kesempatan untuk berkembang.

Peternak yang kuat adalah peternak yang memiliki kemampuan untuk mengambil peluang dan tidak terus-menerus berada dalam posisi menunggu bantuan.

Peternak Tidak Meminta Dikasihani

Ada satu gagasan sederhana yang menjadi penting dalam melihat pemberdayaan peternak: peternak tidak meminta dikasihani.

Peternak ingin bekerja.

Mereka ingin kandangnya berkembang, ternaknya sehat, memperoleh harga yang adil, memiliki pasar, dan mempunyai masa depan yang layak bagi keluarganya.

Karena itu, ukuran keberhasilan pemberdayaan seharusnya tidak hanya dilihat dari berapa banyak bantuan yang diberikan. Ukuran yang lebih penting adalah berapa banyak peternak yang akhirnya mampu berdiri sendiri dan mengembangkan usahanya.

Pemberdayaan harus berujung pada kemandirian.

Produksi harus bertemu pasar.

Kelompok harus semakin kuat.

Kelembagaan harus menjadi jembatan.

Dan suara peternak harus sampai kepada pengambil kebijakan.

Menuju HPDKI 1

Pencalonan Drh. Ajat Sudarjat sebagai Ketua Umum DPP HPDKI periode 2026–2030 pada akhirnya bukan hanya mengenai pergantian seorang pemimpin.

Lebih jauh, pencalonan tersebut berkaitan dengan arah organisasi ke depan.

Apakah HPDKI hanya menjadi organisasi yang hadir pada waktu-waktu tertentu? Ataukah menjadi organisasi yang terus hadir bersama peternak?

Apakah organisasi hanya menjadi tempat berhimpun? Ataukah mampu menjadi jembatan menuju pasar, kebijakan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemitraan?

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena kebutuhan peternak terus berkembang.

Peternak membutuhkan orang yang dapat berbicara dengan pemerintah. Namun mereka juga membutuhkan orang yang memahami dunia usaha. Mereka membutuhkan pendamping yang memahami karakter kelompok, sekaligus memahami aspek halal dan keumatan.

Pada akhirnya, berbagai kepentingan tersebut perlu dihubungkan menjadi kekuatan bersama.

Drh. Ajat Sudarjat membawa perjalanan yang panjang. Dari pendampingan peternak, penguatan kelembagaan, dunia halal dan keumatan, jejaring usaha, perjuangan organisasi, hingga kajian ilmiah.

Perjalanan tersebut memberikan satu pesan penting: pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang berdiri paling jauh dari peternak.

Pemimpin yang baik adalah mereka yang pernah berjalan bersama peternak, mendengar cerita mereka, memahami kesulitannya, dan mengetahui kegelisahan yang mereka hadapi.

Ketika berada di ruang pengambilan keputusan, pengalaman tersebut menjadi pengingat tentang siapa yang harus diperjuangkan.

Sebab tujuan akhirnya bukan hanya membangun organisasi yang kuat.

Tujuan akhirnya adalah membangun peternak yang kuat.

Ketika peternak kuat, keluarga memiliki harapan yang lebih baik. Ketika usaha peternakan tumbuh, aktivitas ekonomi di masyarakat ikut bergerak. Dan ketika ekosistem domba-kambing semakin kuat, masa depan sektor peternakan Indonesia memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang.

Drh. Ajat Sudarjat menuju HPDKI 1.

Berangkat dari pengalaman.

Tumbuh dari pengabdian.

Bersama peternak membangun masa depan.

 

 

 


Previous Post

Wisata Dan Kuliner Malang Bisnis Dan Layanan Bisnis Dan Layanan Kisah Ulama Sewa mobil di Malang Personal Branding Dan Bisnis Ide Rumah Berbagi dan Menginspirasi Layanan Dropshiphing Belajar Tokopedia Ide Souvenir Bisnis UMKM Inspirasi Ide Barang Mewah Bisnis Kuliner Android handphone, iphone, laptop, and gadget Produk kosmetik berkualitas Personal Branding Dan Jurnal pendidikan Swasta Pendidikan Anak Paud/TK Pendidikan Dasar Pendidikan Menengah Atas Pendidikan Gadget Dan Handphone bisnis digital Macam Bisnis Online Gadget, Komputer, Dan Handphone Wisata Kebumen Tren Properti Ide Desain Rumah Modern Wisata Lokal Bisnis Online Dan UMKM Bisnis Online Bisnis Online Kuliner Khas Jawa Jajanan Malang Wisata Indah Bisnis Terbaru pendidikan, sekolah Rumah Tangga dan Gaya Hidup Kecantikan dan Perawatan Diri Masakan dan Resep Travel dan Perjalanan Kesehatan dan Kebugaran Tutorial Software dan Aplikasi Konten Kreator Digital Creator Indonesia Infrastructure Monitoring PT Exact Global Teknologi cyber security Tips Keuangan Tips Reqrut Hrd Game PC Seru Meningkatkan Kinerja & Keamanan Perusahaan Bisnis Ide Terbaru Management Bisnis Game Lokal Indonesia Game Rekomendasi Terbaik Bisnis UMKM Terbaru Strategi Investasi Properti Rekomendasi Game Terseru Desain Rumah Terbaru Modern Properti Yang Cocok Untuk Invest Liburan Dan Membuat Konten SMP Islam Annuriyah Sekolah Dasar Islam Mbarot Berita Terkini Hari Ini Inspirasi Desain Interior Rumah Berita Dunia Terbaru Fakta Unik Dunia Review Game Terbaru Portal Game Online Tips Otomotif Motor Informasi Global Terkini Inspirasi Rumah Minimalis Info Hunian Idaman Hunian Modern Terbaru Referensi Hunian Keluarga Ide Desain Rumah Impian Gaya Hidup dan Aktivitas Harian Tips dan Trik Game Berita Otomotif dan Balap Rekomendasi Game Seru Modifikasi Motor Terbaru Dekorasi dan Interior Hunian Kabar Berita Nasional Rekomendasi Tempat Piknik Game Terpopuler Saat Ini Model Rumah Terbaru Inspirasi Rumah Idaman Kajian Islami dan Pesantren Informasi Otomotif dan Kecepatan Tips Memilih Tempat Tinggal Panduan Traveling Nusantara Destinasi Wisata Indonesia Info Wisata Terlengkap Dunia Game dan Esports Edukasi Anak dan Belajar Sambil Bermain Tips Bisnis Modal Kecil Ide Usaha Rumahan UMKM Go Digital Kuliner Khas Desa Cara Beli Rumah Mudah Investasi Properti Menguntungkan Peluang Cuan dan Keuangan Bisnis Digital dan Penghasilan Online Fakta dan Informasi Terpercaya Jurnal Berita dan Opini Kabar Jawa Tengah Terkini Kabar Jawa Timur Hari Ini Berita Metropolitan Terbaru Kabar Terupdate Hari Ini Arus Informasi Nasional Media Berita Nasional Suara Berita Daerah Berita Pers Terkini Portal Berita Terpercaya Parenting dan Dunia Anak Majalah Gaya Hidup dan Traveling Informasi dan Berita Daerah Inspirasi Gaya Hidup Harian Panduan Esports dan Game MOBA Pendidikan Islam Darul Hikmah SMK Laboratorium Unikama SMK Islam Kepanjen Sekolah Dasar Islam Mbarot